Thursday, May 30, 2013
Retrorika
9:52 PM
No comments
Retrorika
Titik
tolak retrorika adalah berbicara. Berbicara berarti mengucapkan kata atau
kalimat kepada seseorang atau sekelompok orang, untuk mencapai suatu tujuan
yang tertentu. Misalnya memberikan informasi atau motivasi. Retrorika berarti kesenian
untuk berbicara baik. Yang dicapai berdasarkan bakat alam dan keterampilan
teknis, dewasa ini retrorika diartikan sebagai kesenian untuk berbicara baik,
yang diprgunakan sebagai kesenian untuk berbicara baik, melainkan suatu
kemampuan untuk berbicara dan berpidato secra singkat, jelas, padat, dan
mengesankan. Retrorika modern mencakup ingatan yang kuat, daya kreasi dan
fantasi yang tinggi, teknik pengungkapan yang tepat dan dayapembuktian serta
penilaian yang tepat.
Pemahaman Bahasa Jepang dalam huruf-hurufnya
9:51 PM
No comments
Pemahaman
Bahasa Jepang Dalam Huruf-Hurufnya
Secara tradisional, huruf dalam bahasa
Jepang diulis dari atas kebawah dan dimulai dari sudut kanan atas Meski
demikian, tulisan dalam bahasa jepang ini dapat pula ditulis dari kiri ke kanan
huruf bahasa jepang dibagi menjadi dua yaitu :
-
Ideografik : berupa gambar lambing yang lazim
disebut kanji.
-
Syllabik : berupa gambar suku kata yang disebut kana,
kana terbagi menjadi 2 yaitu hiragana dan katakana.
Kanji yang diambil dari bahasa cina
merupakan ideogram dasar, yang
masing-masing karakternya mewakili satu suku kata atau satu ide.
Karakter Hiragana digunakan untuk menulisan
kata-kata yang berasal dari bahasa jepang yang tidak terdapat huruf kanjinya.
Katakana digunakan untuk menuliskan
kata-kata yang berasal dari luar jepang,seperti kata-kata asing juga kata-kata
pinjaman/dari kata-kata bahasa Inggris.
Credit: Dharmojo,
S.,Mempelajari Bahasa Jepang. Yogyakarta,2002
Bahasa
9:49 PM
No comments
BAHASA
Bahasa adalah unsur yang berpadu
dengan unsure-unsur lain di dalam jaringan kebudayaan. Pada waktu yang sama
bahasa merupakan sarana pengungkapan nilai-nilai budaya, pikiran, dan
nilai-nilai kehidupan kemasyarakatan. Oleh sebab itu, kebijaksanaan nasional
yang tegas di dalam bidang kebhasaan harus merupakan bagian yang intergral dari
kebijaksanaan nasional di dalam bidang kebudayaan. Identitas kebangsaan
Indonesia dimanifestasikan bukan saja oleh bahasa Indonesia melainkan juga oleh
bahasa-bahasa daerah. Oleh sebab itu, pembinaan dan pengembangan bahasa
Indonesia harus di imbangi dengan pembinaan dan pengembangan bahasa-bahasa
daerah.
Credit: Hasan, DRS. Mansur, Keterampilan Menulis
Paragraf, Malang 1986.
Tuesday, January 8, 2013
Anak Jalanan
8:01 PM
No comments
Anak Jalanan
Saya
kadang masih merasa bersyukur karna saya masih mempunyai keluarga yang utuh,
begitu banyak anak jalanan, diluar sana yang membutuhkan kasih sayang dari
orang tuaya, pendidikan yang layak, saya melihat hampir disetiap persimpangan
jalan, saya tidak pernah memandang rendah mereka, hanya saja saya sangat
menyayangkan, seharusnya pemerintah memperhatikan mereka, mereka masih sangat
membutuhkan pendidikan untuk masa depan mereka, mau jadi apa mereka kelak bila
pendidikan saja sudah terputus, apa akan terus mengamen dijalanan, bahkan saya
melihat banyak anak jalanan yang terjerumus ke hal-hal negatif, memamang tidak
semua, tapi saya pernah melihat mereka ketergantungan lem aibon, entah disebut
apa yang jelas bukan kah itu membahayakan, terutama terhadap syaraf-syaraf di
otaknya, mereka sepertinya kecanduan, saya merasa sangat menyayangkan, padahal
begitu banyak peluang mereka untuk bisa mendapatkan pendidikan
gratis,setidaknya sampai mereka lulus SMA, dan mereka bisa bekerja jauh lebih
baik dari pada bergantung di jalanan, bila mereka tidak bisa bersekolah di
tempat yang layak kan masih bisa para relawan membuka tempat belajar seadanya,
minimal mereka bisa membaca dan menulis, ada banyak hal yang saya lihat orang
tua yang membiarkan anak di bawah umur mengamen,semntara ibunya mengawasinya
dari kejauhan, sungguh sangat menyayangkan, apakah separah itu, seorang ibu
tega membiarkan anaknya mengemis dijalanan, mungkin pengaruh ekonomi,tapi kan
masih ada cara lain. Saya sangat berharap pemerintah memperhatikan hal seperti
ini, agar tidak banyak anak jalanan yang hidup bergantung dengan mengamen,
mereka layak mendapatkan pendidikan.
Monday, January 7, 2013
Korban Banjir
6:54 PM
No comments
Saya melihat mereka
begitu malang, karena rumah mereka terkena banjir, banjir yang membuat
rumah-rumah mereka terendam dan bahkan memakan korban jiwa. Tetapi setiap saya melihat
pada saat saya pergi kuliah, saya melihat anak-anak, mereka dengan wajah yang
sangat bahagia dan bermain dipinggiran sungai citarum, mungkin mereka belum
mengerti akan bahayanya mereka bermain air dipinggiran citarum, bagaimana bila
tiba-tiba ada arus datang, mungkin saja mereka terbawa arus, tapi ketakutan iu
tidak saya lihat di wajah mereka, karena yang mereka tahu bermain asalkan
membuat mereka senang, padahal air dan lumpur di citarum iu sangat lah kotor,
mereka bisa saja terkena penyakit kulit, dan penyakit lainnya. Kemana kah orang
tua mereka ? apa mereka tidak cemas melihat anaknya bermain dipinggiran
citarum? Ataukah mereka memang sudah terbiasa meihat anak-anak mereka bermain
seperti itu. Tanpa ada yang mereka khawatirkan bila sewaktu-waktu ada arus
besar .
Subscribe to:
Comments (Atom)














