“You only live once, but if you do it right, once is enough.” ― Mae West

“You only live once, but if you do it right, once is enough.” ― Mae West.

“Don't cry because it's over, smile because it happened.” ― Dr. Seuss

No one is perfect.

There is a will, there is a way.

Thursday, May 30, 2013

Michael Bubble - Lost


Retrorika



Retrorika
     Titik tolak retrorika adalah berbicara. Berbicara berarti mengucapkan kata atau kalimat kepada seseorang atau sekelompok orang, untuk mencapai suatu tujuan yang tertentu. Misalnya memberikan informasi atau motivasi. Retrorika berarti kesenian untuk berbicara baik. Yang dicapai berdasarkan bakat alam dan keterampilan teknis, dewasa ini retrorika diartikan sebagai kesenian untuk berbicara baik, yang diprgunakan sebagai kesenian untuk berbicara baik, melainkan suatu kemampuan untuk berbicara dan berpidato secra singkat, jelas, padat, dan mengesankan. Retrorika modern mencakup ingatan yang kuat, daya kreasi dan fantasi yang tinggi, teknik pengungkapan yang tepat dan dayapembuktian serta penilaian yang tepat.


Credit: Hendrikus, Wuwur, 1946, Retrorika, Yoyakarta: PT Kanisius

Pemahaman Bahasa Jepang dalam huruf-hurufnya



Pemahaman Bahasa Jepang Dalam Huruf-Hurufnya

     Secara tradisional, huruf dalam bahasa Jepang diulis dari atas kebawah dan dimulai dari sudut kanan atas Meski demikian, tulisan dalam bahasa jepang ini dapat pula ditulis dari kiri ke kanan huruf bahasa jepang dibagi menjadi dua yaitu :
-         Ideografik : berupa gambar lambing yang lazim disebut kanji.
-         Syllabik  : berupa gambar suku kata yang disebut kana, kana terbagi menjadi 2 yaitu hiragana dan katakana.
   Kanji yang diambil dari bahasa cina merupakan ideogram dasar,  yang masing-masing karakternya mewakili satu suku kata atau satu ide.
   Karakter Hiragana digunakan untuk menulisan kata-kata yang berasal dari bahasa jepang yang tidak terdapat huruf kanjinya.
   Katakana digunakan untuk menuliskan kata-kata yang berasal dari luar jepang,seperti kata-kata asing juga kata-kata pinjaman/dari kata-kata bahasa Inggris.

 Credit: Dharmojo, S.,Mempelajari Bahasa Jepang. Yogyakarta,2002

Bahasa



BAHASA

     Bahasa adalah unsur  yang berpadu dengan unsure-unsur lain di dalam jaringan kebudayaan. Pada waktu yang sama bahasa merupakan sarana pengungkapan nilai-nilai budaya, pikiran, dan nilai-nilai kehidupan kemasyarakatan. Oleh sebab itu, kebijaksanaan nasional yang tegas di dalam bidang kebhasaan harus merupakan bagian yang intergral dari kebijaksanaan nasional di dalam bidang kebudayaan. Identitas kebangsaan Indonesia dimanifestasikan bukan saja oleh bahasa Indonesia melainkan juga oleh bahasa-bahasa daerah. Oleh sebab itu, pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus di imbangi dengan pembinaan dan pengembangan bahasa-bahasa daerah.

Credit: Hasan, DRS. Mansur, Keterampilan Menulis Paragraf, Malang 1986.