“You only live once, but if you do it right, once is enough.” ― Mae West

“You only live once, but if you do it right, once is enough.” ― Mae West.

“Don't cry because it's over, smile because it happened.” ― Dr. Seuss

No one is perfect.

There is a will, there is a way.

Tuesday, January 8, 2013

Anak Jalanan



Anak Jalanan
Saya kadang masih merasa bersyukur karna saya masih mempunyai keluarga yang utuh, begitu banyak anak jalanan, diluar sana yang membutuhkan kasih sayang dari orang tuaya, pendidikan yang layak, saya melihat hampir disetiap persimpangan jalan, saya tidak pernah memandang rendah mereka, hanya saja saya sangat menyayangkan, seharusnya pemerintah memperhatikan mereka, mereka masih sangat membutuhkan pendidikan untuk masa depan mereka, mau jadi apa mereka kelak bila pendidikan saja sudah terputus, apa akan terus mengamen dijalanan, bahkan saya melihat banyak anak jalanan yang terjerumus ke hal-hal negatif, memamang tidak semua, tapi saya pernah melihat mereka ketergantungan lem aibon, entah disebut apa yang jelas bukan kah itu membahayakan, terutama terhadap syaraf-syaraf di otaknya, mereka sepertinya kecanduan, saya merasa sangat menyayangkan, padahal begitu banyak peluang mereka untuk bisa mendapatkan pendidikan gratis,setidaknya sampai mereka lulus SMA, dan mereka bisa bekerja jauh lebih baik dari pada bergantung di jalanan, bila mereka tidak bisa bersekolah di tempat yang layak kan masih bisa para relawan membuka tempat belajar seadanya, minimal mereka bisa membaca dan menulis, ada banyak hal yang saya lihat orang tua yang membiarkan anak di bawah umur mengamen,semntara ibunya mengawasinya dari kejauhan, sungguh sangat menyayangkan, apakah separah itu, seorang ibu tega membiarkan anaknya mengemis dijalanan, mungkin pengaruh ekonomi,tapi kan masih ada cara lain. Saya sangat berharap pemerintah memperhatikan hal seperti ini, agar tidak banyak anak jalanan yang hidup bergantung dengan mengamen, mereka layak mendapatkan pendidikan.

Monday, January 7, 2013

Korban Banjir

Anak-Anak Korban Banjir

Saya melihat mereka begitu malang, karena rumah mereka terkena banjir, banjir yang membuat rumah-rumah mereka terendam dan bahkan memakan korban jiwa. Tetapi setiap saya melihat pada saat saya pergi kuliah, saya melihat anak-anak, mereka dengan wajah yang sangat bahagia dan bermain dipinggiran sungai citarum, mungkin mereka belum mengerti akan bahayanya mereka bermain air dipinggiran citarum, bagaimana bila tiba-tiba ada arus datang, mungkin saja mereka terbawa arus, tapi ketakutan iu tidak saya lihat di wajah mereka, karena yang mereka tahu bermain asalkan membuat mereka senang, padahal air dan lumpur di citarum iu sangat lah kotor, mereka bisa saja terkena penyakit kulit, dan penyakit lainnya. Kemana kah orang tua mereka ? apa mereka tidak cemas melihat anaknya bermain dipinggiran citarum? Ataukah mereka memang sudah terbiasa meihat anak-anak mereka bermain seperti itu. Tanpa ada yang mereka khawatirkan bila sewaktu-waktu ada arus besar .